Langsung ke isi halaman

Perencanaan · 10 menit baca

Checklist Pernikahan 90 Hari: H-90, H-60, H-30, H-14, H-7 sampai Hari H

Tidak semua keputusan perlu selesai hari ini. Gunakan timeline 90 hari ini untuk memprioritaskan venue, tamu, vendor, menu, rundown, dan handover ke PIC.

Wina Al-Husna Editorial · Diperbarui 29 September 2026

Dokumentasi Wina Al-Husna untuk artikel: Checklist Pernikahan 90 Hari: H-90, H-60, H-30, H-14, H-7 sampai Hari H

Persiapan pernikahan terasa berat ketika semua hal dipikirkan dalam satu waktu.

Venue.

Catering.

Dekorasi.

Busana.

Foto.

Undangan.

Rundown.

Keluarga.

Padahal tidak semua keputusan memiliki urgensi yang sama.

Checklist yang baik bukan daftar panjang.

Ia memberi tahu apa yang harus selesai sekarang, dan apa yang boleh menunggu.

Berikut kerangka 90 hari yang bisa disesuaikan dengan kondisi acara Anda.

H-90 sampai H-75: bangun fondasi

Pada fase ini, selesaikan keputusan yang akan memengaruhi hampir semua keputusan lain.

Tanggal

Pastikan tanggal utama dan jam besar acara.

Perkiraan tamu

Belum perlu sampai satuan terakhir. Yang penting Anda tahu apakah acaranya sekitar 200, 500, atau 1.000 orang.

Venue

Rumah, gedung, hotel, atau lokasi lain.

Batas budget

Tentukan angka maksimal yang benar-benar ingin dijaga.

Vendor utama

Amankan layanan yang ketersediaannya paling memengaruhi keseluruhan acara.

Yang perlu dicari pada fase ini bukan detail dekorasi meja.

Yang perlu dicari adalah struktur acara.

H-75 sampai H-60: beri bentuk pada acara

Setelah tanggal dan skala lebih jelas, mulai masuk ke pilihan besar.

  • konsep dekorasi;
  • pilihan catering awal;
  • MUA;
  • busana;
  • dokumentasi;
  • MC;
  • entertainment;
  • wedding organizer.

Buat satu dokumen bersama yang berisi vendor, kontak, nominal, deadline pembayaran, dan status keputusan.

Jangan biarkan informasi tersebar di sepuluh chat keluarga.

H-60 sampai H-45: mulai menguji pilihan

Pada fase ini, keputusan besar sudah ada tetapi masih cukup waktu untuk koreksi.

Lakukan:

  • food tasting sesuai mekanisme vendor;
  • survei venue jika belum detail;
  • cek kebutuhan listrik;
  • cek parkir;
  • diskusi layout awal;
  • finalisasi arah busana;
  • perbarui guest list;
  • identifikasi kebutuhan keluarga.

Jika ada menu atau konsep yang terasa tidak cocok, sekarang waktu yang baik untuk mengubahnya.

H-45 sampai H-30: semua vendor harus membaca acara yang sama

Pernikahan mulai gagal koordinasi ketika setiap vendor memiliki versi rundown sendiri.

Mulai satukan:

  • waktu loading;
  • waktu makeup;
  • akad;
  • sesi foto;
  • resepsi;
  • entertainment;
  • catering;
  • waktu closing.

Tentukan PIC untuk setiap area penting.

Jika menggunakan WO, pastikan tim mendapatkan kontak vendor dan kebutuhan keluarga.

H-30 sampai H-14: hentikan perubahan besar

Semakin dekat hari H, setiap perubahan besar menghasilkan efek berantai.

Mengganti layout bisa memengaruhi dekorasi, listrik, catering, dan dokumentasi.

Mengubah jumlah tamu bisa memengaruhi porsi serta seating.

Mengubah jam acara bisa mengubah jadwal seluruh vendor.

Karena itu gunakan fase ini untuk mengunci, bukan mencari inspirasi baru.

Finalisasi:

  • menu;
  • jumlah awal porsi;
  • desain utama;
  • busana;
  • susunan prosesi;
  • vendor;
  • kebutuhan teknis.

H-14 sampai H-7: validasi, bukan kreasi

Sekarang lakukan pengecekan silang.

Tamu

Apakah ada perubahan besar pada perkiraan kehadiran?

Catering

Apakah jumlah final sudah sesuai batas waktu vendor?

Vendor

Apakah pembayaran dan jadwal sudah jelas?

Keluarga

Apakah semua tahu kapan dan di mana harus berada?

Barang penting

Cincin, dokumen, busana, sepatu, aksesori, mahar, dan kebutuhan prosesi.

Transportasi

Siapa berangkat dengan siapa? Kendaraan standby di mana?

H-7 sampai H-3: pindahkan informasi keluar dari kepala

Ini tahap yang sangat penting.

Pengantin tidak seharusnya menjadi satu-satunya orang yang tahu semuanya.

Buat satu master document atau briefing sheet berisi:

  • rundown;
  • kontak vendor;
  • PIC keluarga;
  • alamat venue;
  • timeline;
  • barang yang harus dibawa;
  • keputusan khusus.

Bagikan kepada orang yang benar-benar bertugas.

H-2 sampai H-1: lindungi energi

Jika perencanaan sudah dilakukan baik, sehari sebelum acara bukan waktunya merancang ulang wedding.

Gunakan untuk:

  • konfirmasi terakhir;
  • mengecek barang;
  • istirahat;
  • makan;
  • menjaga kondisi.

Masalah kecil yang masih muncul serahkan kepada PIC sesuai bidangnya.

Hari H: pengantin berhenti menjadi project manager

Di sinilah tujuan semua checklist terasa.

Pengantin seharusnya tidak lagi:

  • menelepon vendor;
  • mengecek buffet;
  • mengatur parkir;
  • mencari MC;
  • memastikan dekorasi selesai.

Ada tim dan PIC untuk pekerjaan tersebut.

Pengantin perlu hadir sebagai pengantin.

Checklist hari H yang benar-benar perlu Anda ingat

Tidak banyak.

  • dokumen penting sudah aman;
  • cincin atau mahar sudah pada PIC;
  • busana dan aksesori siap;
  • keluarga inti tahu jadwal;
  • PIC memegang semua kontak;
  • Anda makan dan minum cukup.

Sisanya harus sudah menjadi sistem.

Tidak punya 90 hari?

Tidak masalah.

Jika waktu Anda tinggal 60 atau 30 hari, jangan memaksakan kalender secara literal.

Gunakan prinsip urutannya:

fondasi → vendor utama → detail → koordinasi → kunci → handover.

Semakin pendek waktunya, semakin sedikit ruang untuk perubahan yang tidak perlu.

Checklist bukan untuk membuat wedding terasa seperti proyek kantor

Justru sebaliknya.

Anda membuat sistem agar pada hari pernikahan tidak perlu memikirkan sistem lagi.

Persiapan yang baik tidak membuat Anda mengontrol setiap detik.

Ia membuat semua orang cukup tahu apa yang harus dilakukan ketika kenyataan tidak berjalan persis seperti spreadsheet.

Jawaban cepat

Pertanyaan yang sering muncul.

Bagaimana kalau waktu persiapan kurang dari 90 hari?

Gunakan urutannya, bukan angka harinya secara kaku: fondasi acara, vendor utama, detail, koordinasi, penguncian keputusan, lalu handover ke PIC.

Kapan jumlah catering sebaiknya difinalkan?

Ikuti deadline vendor yang disepakati. Menjelang hari H, perbarui guest estimate dan konfirmasi kapan perubahan porsi terakhir masih bisa diterima.

Siapa yang sebaiknya memegang master rundown?

Satu PIC utama atau tim WO perlu memegang versi final, sementara setiap pihak menerima bagian yang relevan agar tidak muncul banyak versi rundown.

Langkah berikutnya

Bawa angka dan kebutuhan Anda ke rencana yang lebih konkret.

Gunakan kalkulator atau lihat layanan yang relevan. Hasil kalkulator adalah estimasi awal, bukan penawaran final.

Baca selanjutnya

Pertanyaan yang biasanya muncul setelah ini.

Mari mulai dengan percakapan.

Ceritakan rencana acara Anda. Kami bantu memahami kebutuhan, pilihan layanan, dan gambaran awal yang paling sesuai.